Berdirinya Bangunan Kantor Korwilker Satdik Rogojampi yang Menuai Masalah

BANYUWANGINEWS.ID – Berdirinya kantor Unit Pelayan Teknis Dinas (UPTD) Kecamatan Rogojampi di Lemahbang Dewo atau yang sekarang sudah berganti nama (Koordinator Wilayah Kerja Satuan Pendidik) KORWILKER SATDIK disoal warga sekitar. Pasalnya kantor yang berdiri di atas tanah kas Desa sejak 15 tahun yang lalu itu dulunya berfungsi sebagai halaman dari Sekolah Dasar Negeri 1 Lemahbang Dewo.

Keberadaan Kantor UPTD yang beralamatkan di Jalan Bolodewo nomer 10 tersebut dianggap tidak pas oleh warga. Selain itu banyak juga dari wali murid yang merasa terganggu dengan bangunan yang berdiri di depan SD tersebut. Lalu lalang kendaraan yang keluar masuk kantor jelas sekali sangat membahayakan murid yang akan masuk sekolah maupun pulang sekolah. Dan suara bising bila di kantor UPTD mengadakan acara sangat menggangu proses belajar siswa.

Lokasi Kantor Korwilker Satdik Rogojampi yang Berdampingan dengan SDN 1 Lemahbang Dewo.(Foto: Sofan)

Menurut Abdul Latif, salah satu wali murid dan juga warga Desa Lemahbang Dewo yang ditemui media menuturkan bahwa keberadaan bangunan tersebut mengganggu proses belajar mengajar siswanya.

“Keberadaan bangunan tersebut mengganggu proses belajar mengajar anak kami yang sedang menuntut ilmu, apalagi pas di UPTD lagi ada acara atau rapat, suasana sekolah yang seharusnya tenang menjadi rame dan otomatis membuat siswa menjadi kurang fokus dalam menerima pelajaran”.

Latif juga menambahkan, kantor UPTD atau KORWILKER SATDIK itu sama sekali tidak memberikan efek kebermanfaatan buat warga sekitar.

“Seharusnya bangunan yang berdiri di atas tanah kas desa mempunyai fungsi dan manfaat yang maksimal buat masyarakat serta kepemilikannya dan peruntukannya sepenuhnya untuk masyarakat Desa Lemahbang Dewo”, imbuhnya.

Sudah beberapa kali Abdul Latif, perwakilan warga desa dan wali murid melaporkan kepada Kepala Desa terkait bangunan UPTD tersebut, dan pihak Desa menyatakan berjanji segera menindak lanjuti masalah ini, namun kenyataanya hingga sekarang masih belum ada tindakan yang dibuat desa untuk mengambil kembali hak tanah kas desa tersebut.

Agus Iswanto selaku Kepala Desa Lemahbang Dewo pernah melaporkan masalah ini kepada mantan Bupati Ratna dan masih saja belum ada tindak lanjutnya.

“Padahal untuk UPTD sendiri sudah mempunyai kantor di Sekolah Menengah Pertama 1 Rogojampi, tapi kenapa harus mendirikan bangunan lagi disini”, jelasnya.

Dalam sertifikat sendiri tertulis tanah kas desa tersebut tertera hanya untuk SDN 1 Lemahbang Dewo, bukan untuk bangunan lain.

Kepala Desa Lemahbang Dewo menunjukkan sertifikat tanah kas desa untuk SDN 1 Lemahbang Dewo

Mahsun Kepala UPTD Rogojampi saat ditanya media menjelaskan, pihaknya telah mengetahui bahwa lahan yang dipakai untuk kantor saat ini adalah tanah kas desa. Tapi untuk ijin pembangunan atau yang lainnya beliau tidak mengetahui, karena dia masih sekitar satu tahun ditempatkan di UPTD Kecamatan Rogojampi.

“Untuk menyelesaikan permasalahan ini, kami dari UPTD siap untuk bertemu dengan semua pihak yang berkepentingan, biar tidak ada permasalahan lagi di kemudian hari”.

Dari pihak desa dalam waktu dekat siap mengumpulkan semua pihak yang terlibat, mulai dari UPTD, pihak sekolah, perwakilan warga dan wali murid.

Warga berharap tanah kas desa  Lemahbang Dewo bisa dikembalikan lagi fungsinya untuk kepentingan dan digunakan sepenuhnya untuk masyarakat desa. Karena selama kurang lebih 15 tahun sejak berdirinya kantor UPTD itu warga desa tidak pernah merasakan manfaat dari bangunan tersebut.(Sofan/Zen)

Recommended For You

About the Author: Banyuwangi News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *