Diduga Ada Pengondisian Pemilihan Ketua PGRI, Acara Penyuluhan Hukum Dihentikan

BANYUWANGINEWS.ID-Acara penyuluhan hukum terhadap 73 kepala sekolah SMP Negeri di Banyuwangi, secara tiba tiba dihentikan oleh Pelni Rompis yang juga guru di SMP Negeri di Banyuwangi. Penghentian itu dilakukan lantaran, diduga dalam acara tersebut dilakukan pengondisian pemilihan ketua PGRI Kabupaten Banyuwangi.

Suasana sempat menjadi tegang, ketika perdebatan Pelni Rompis bersama Ir. Ahmad wahyudi dilakukan di luar ruangan penyuluhan hukum terbut. Alasan Pelni Rompis menghentikan acara tersebut dengan tiba tiba. Ia menduga ada pengondisian pemilihan ketua PGRI Kabupaten Banyuwangi , pasca terpilihanya mantan ketua PGRI Banyuwangi menjadi ketua PGRI Jawa Timur.

“ Ini diduga ada pengondiasin dalam rangka menggalang suara muscab pemilihan ketua PGRI Kabupaten Banyuwangi,  sehingga saya masuk merangsek untuk membubarkan acara tersebut. ” Tegas Pelni Rompis kepada Wartawan Banyuwanginews.id, Sabtu (15/02/20)

Sementara itu, Ketua LKBH PGRI Pusat dengan tegas menjelaskan, bahwasanya dalam acara tersebut tidak ada sama sekali acara terkait pembahasan  pemilihan PGRI Kabupaten Banyuwangi. namun acara yang dihadiri oleh 73 Kepala Sekolah SMP Negeri se Kabupaten Banyuwangi murni penyuluhan hukum kepada kepala sekolah.

“ Haduh,,,, saya ini ketua LKBH biasa melakukan penyuluhan hukum. Sudah bilang kepada kepala dinas bahwa ini penyuluhan hukum, agar temen temen dalam mengelola uang itu tidak salah. Apa itu bantuan dari siswa biar tidak dianggap pungutan liar, tidak ada kaitanya dengan ketua PGRI. ” Jelas Ir. Ahmad Wahyudi

Sementara itu, dari data yang dihimpun Wartawan Banyuwanginews.id  pemilihan ketua PGRI Kabupaten Banyuwangi yang semula akan digelar pada 13 Maret 2020 dimajukan pada 18 sampai 19 Febuari 2020.(DIK/ZEN)

Recommended For You

About the Author: Banyuwangi News ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *