Proyek Pembangunan Terminal Pariwisata Terpadu Diduga Syarat Penyimpangan dan Korupsi

BANYUWANGINEWS.ID – Proyek terminal pariwisata terpadu yang digandang gandang Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjadi model pembangunan pasar rakyat. Sabtu (11/01/2021) diprotes masyarakat, lantaran diduga syarat penyimpangan dan korupsi. Protes tersebut dituangkan dengan aksi pemasangan bener berisikan tulisan, proyek urugan dan pemadatan tidak sesuai spek.

Menurut Wawan satu dari masyarakat yang ikut dalam aksi protes menjelaskan, proyek yang menggunakan anggaran uang negara mencapai 3 Milyar lebih tersebut jelas jelas syarat penyimpangan dan Korupsi. Pasalnya urugan yang seharusnya menggunakan pasir dan batu atau sertu, malah menggunakan tanah lempung.

“ Pemadatan juga jelas jelas tidak sesuai spek. Dimana dalam ketebalan dua puluh centimeter harus menggunakan roller dua puluh ton, ini malah tiga ton. Ini juga sudah salah kaprah. ” Tegas Wawan kepada Jurnalis Banyuwanginews.id

Wawan menambahkan,terlebih dalam pengerjaan proyek urug dan pemadatan yang berada di Kelurahan Sobo, Banyuwangi. Juga telah melampaui batas pengerjaan. Dari jangka waktu yang sudah ditentukan 135 hari, juga tidak dapat diselesai tepat waktu oleh pelaksana proyek.  

“ Ini jelas jelas penuh dengan penyimpangan, yang bahasa populernya saat ini korupsi. Sehingga persoalan ini pun harus segera ditanggapi dengan serius.  ” Imbuhnya

Sementara itu, ditempat yang sama Pelni Rompis ketua Paguyuban Banyuwangi Bersatu mengatakan, pihaknya bersama masyarakat telah mengakntongi data data yang akurat untuk bahan pelaporan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Polda Jatim.

“ Kalau ini tidak sesegara mungkin ditanggapi oleh pihak terkait dan DPRD Kabupaten Banyuwangi sebagai fungsi kontrol pembangunan daerah. Kita akan melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Tinggi dan Polda Jawa Timur. ” Ucap Pelni(DIK/ZEN)

Recommended For You

About the Author: Banyuwangi News ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *