Rapat Kerja 58 Rektor se-Indonesia di Banyuwangi Bahas Kemajuan Perguruan Tinggi Agama Mencapai Kelas Dunia

BANYUWANGINEWS.ID – Sejumlah rektor Perguruan Tinggi Agama Se-Indonesia melakukan rapat kerja pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi, Kamis (20/06/2019).

Kegiatan yang melibatkan 58 rektor ini dihadiri sejumlah pejabat antara lain Bupati Banyuwangi, Kepala Kemenag Wilayah Jawa Timur, Kepala Kemenag Kabupaten Banyuwangi dan Forpimda Kabupaten Banyuwangi.

Rapat kerja tersebut membahas tentang masalah kelembagaan di perguruan tinggi agama, mereka akan berupaya memajukan perguruan tinggi agama mencapai kelas dunia serta berupaya agar perguruan tinggi agama ini sejajar dengan perguruan tinggi yang lain.

Forum yang hanya melibatkan rektor Perguruan Tinggi Agama Islam ini nantinya juga akan melibatkan anggota Perguruan Tinggi Agama lainnya seperti Kristen, Hindu dan Budha. Karena hal tersebut merupakan kekuatan dari Kementrian Agama RI.

Bupati Banyuwangi saat foto bersama para rektor (Foto: Wafa)

Selain itu, dalam rapat kerja tersebut, juga diadakan launching buku Moderasi Beragama dari Indonesia menuju Dunia seri pertama.

Ketua Forum PTKIN Prof. Dr .H. Babun Suharto, SE, MM. yang juga menjabat Rektor IAIN Jember menerangkan bahwa buku tersebut merupakan buah pikiran dari para rektor.

“Baru 20 tulisan masih kita telurkan. Kami harapkan semua rektor di perguruan tinggi agama bisa menulis.” terangnya.

Prof. Babun menambahkan bahwa selama kabinet kerja, Buku Moderasi ini nantinya akan diterbitkan sebanyak 9 seri. Bukan hanya dari para rektor, tetapi para guru besar juga akan menulis di buku tersebut.

“sampai akhir nanti kabinet kerja, mudah-mudahan 9 seri buku moderasi agama bisa terwujud. Nantinya bukan hanya rektor, tetapi seluruh guru besar juga bisa ikut menulis buku itu.” tambahnya.

Banyuwangi dipilih sebagai tempat berlangsungnya launching buku tersebut karena sinar terbit dari pulau Jawa ada di Banyuwangi.

“karena kalau melihat Banyuwangi, kita melihat sinar matahari itu kita bisa melihatnya dari Banyuwangi, bukan dari Jember atau dari Surabaya.” jelas Babun.

Wacana Pendirian Perguruan Tinggi Agama Negeri di Banyuwangi yang diinginkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas juga disambut baik oleh Prof. Babun.

“Ini berkat halalbihalal dan apa yang diinginkan Bupati kita sambut, kalaupun itu regulasinya didapat, kenapa tidak, sehingga pendidikan bisa merata di tiap kabupaten.” pungkasnya.(Wafa/Zen)

Recommended For You

About the Author: Banyuwangi News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *