Terungkap!! Sempat Bekerja Selama 4 Tahun, Ternyata ADW Adalah Dokter Palsu di RSUD Blambangan

BANYUWANGINEWS.ID – Dalam Undang-Undang Praktik Kedokteran, syarat untuk menjalankan praktik/tindakan kedokteran, harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang diterbitkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia.

Sedangkan untuk mendapatkan STR seseorang harus memiliki ijazah dokter yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran pada Kampus tempat dokter tersebut belajar dan juga memiliki sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh IDI.

Kasus terbaru, yang berhasil diungkap adalah ADW (dokter palsu) yang sempat bekerja selama kurang lebih 4 tahun lamanya sebagai dokter umum di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Blambangan Banyuwangi, terbukti dengan jelas memalsukan STR dari IDI Banyuwangi.

Tindakan ADW terbongkar saat dilakukan verifikasi data kepegawaian kesehatan melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit secara online. Setelah dilakukan pengecekan, nama yang bersangkutan tidak muncul.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Banyuwangi, Dokter Yos Hermawan saat dikonfirmasi menjelaskan, “IDI tidak pernah mengeluarkan rekomendasi kepada oknum ADW, karena yang bersangkutan bukan dokter, mungkin pihak Rumah sakit yang kurang teliti pada perekrutan tenaga medisnya”, ungkapnya.

dr. Asiyah Anggraeni M.MRS selaku Plt. Direktur RSUD Blambangan Banyuwangi juga mengakui adanya “Dokter Palsu” dan langsung memecat ADW yang pada saat itu sebagai pegawai kontrak yang telah bekerja dan praktik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan Banyuwangi selama kurang lebih 4 tahun tersebut.

“Jangan pernah menyebut dia dokter ya, tapi cukup “saudara” saja, karena dia bukan lagi Dokter,” tegas Asiyah kepada  sejumlah media yang menemuinya. 

Pihaknya Rumah Sakit langsung memanggil ADW untuk mengklarifikasi bersama para dokter dan Kepala Bagian RSUD Blambangan.

“Pada awalnya ADW mengelak atas temuan bahwa dia telah memalsukan STR, tetapi setelah kami tunjukkan bukti temuan kami, akhirnya dia mengaku semuanya jika dokumen STR dan SIP atas namanya itu adalah palsu,” imbuh Asiyah.

Untuk proses hukum, pihak Rumah Sakit masih menunggu perintah dari Bupati Banyuwangi dan Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi selaku pimpinananya. Kepala Dinas Kesehatan, Banyuwangi, dr H. Widji Lestariono saat dikonfirmasi membantah telah mengeluarkan Surat Ijin Praktek (SIP) atas nama AWD. Pihaknya juga tidak pernah mengeluarkan surat ijin praktek atas nama yang bersangkutan tersebut. (Sofan/Zen)

Recommended For You

About the Author: Banyuwangi News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *