Kendala Kampung Durian Desa Songgon Sebagai Objek Agrowisata di Daerah Banyuwangi

BANYUWANGINEWS.ID – Siapa yang tidak mengenal buah durian, buah tropis dengan tekstur kulit berduri tajam, berbau menyegat yang membuat ketagihan sebagian besar penduduk Indonesia. Di Kabupaten Banyuwangi terdapat daerah penghasil durian yaitu Kampung Durian yang terletak di Dusun Pakis Desa Songgon Kecamatan Songgon yang diresmikan Bupati  Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada tahun 2018.

Berdasarkan informasi dari Pak Harun yaitu pengelola Mini Botani di Kampung Durian Dusun Pakis, didapat informasi bahwa durian asli Songgon mempunyai nama yang unik yang diberikan oleh masing-masing pemilik pohon durian berdasarkan ciri-ciri rasa, warna, maupun tebal tipisnya daging buah, misal Si Kasur adalah buah yang berdaging tebal, Si Pringgis adalah buah yang berdaging tipis dan berwarna putih, Si Klemben adalah durian mentega berwarna kuning dan berdaging tebal. Sedangkan untuk durian merah ada beberapa jenis yaitu Si Gandrung, Si Dubang dan Si Lipen.

Kondisi iklim Desa Songgon yang memiliki curah hujan 440 Mm/tahun dengan jumlah bulan hujan yang panjang selama tujuh bulan dan berada pada ketinggian 305-405 Mdl menjadikan desa ini memiliki udara yang sejuk dengan suhu rata-rata 28 derajat celcius.

Apa saja yang bisa kita dapat di Kampung Durian Desa Songgon Banyuwangi ini? Memasuki kawasan Kampung durian ini, Anda akan disambut dengan  indahnya alam yang masih alami, topografi yang berbukit-bukit, aliran sungai, dan persawahan yang dapat Anda jadikan spot berfoto yang asyik. Kemudian di bagian tengah ada beberapa tempat wisata alami yang sudah dibangun masyarakat setempat seperti  Pemandian Blue Lagoon dan pemandian Batu Hitam yang airnya berasal dari sumber mata air yang masih alami dan segar. Lalu ada  Linkin Garden dan homestay yang terletak di kebun durian dimana ketika musim durian tiba  para pengunjung dapat menikmati makan langsung buah durian  yang masak dari pohon  di tengah rindangnya Kebun Durian.  Tak jauh dari area ini juga terdapat Mini Botani Songgon  yang merupakan tempat pembibitan dan  budidaya tanaman asli Daerah Songgon seperti kopi, durian dan kepundung yang dilengkapi kedai kopi asli budidaya tempat ini. Selain itu  beberapa café yang bernuansa alam  karena dibangun di dalam kebun durian juga terdapat disini seperti Kedai Cafe Alvino dengan menunya yang masih  tradisional khas Banyuwangi seperti ayam kesrut, nasi tempong, sambel semanggi sere dan plenggong  lalu untuk  minuman andalannya adalah  kopi arabica dan robusta  asli Songgon.

Akses jalan kampung durian yang masih butuh perbaikan (Foto:Dilla)

Yang harus menjadi perhatian  Pemerintah Desa Songgon dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi  mengenai Kampung Durian ini adalah  kurangnya fasilitas pendukung pada objek wisata ini seperti belum adanya toko yang menjual hasil olahan pertanian Kampung Durian. Selain itu  infrastruktur jalannya juga masih kurang memadai karena dari pintu gerbang Kampung Durian menuju lokasi ke beberapa tempat wisata seperti Pemandian Blue Lagoon,Batu Hitam dan Linkin Garden, untuk akses jalannya hanya cukup dilewati sepeda motor dan pejalan kaki. Hal ini menyulitkan   pengunjung yang membawa mobil karena harus memarkir kendaraanya di jalan raya  depan pintu gerbang Kampung Durian.

Menurut Kepala Dusun Pakis Yakup Hariyanto, hal ini disebabkan karena  belum adanya peraturan desa yang mengatur tentang pendirian lokasi wisata serta  minat yang kurang dari pemuda asli kampung ini  untuk mengembangkan daerahnya karena pekerjaan di daerah kota dianggap lebih menjanjikan.  Selain itu pembangunan  Desa Songgon masih diprioritaskan pada  daerahnya yang tertinggal. Saat ini pengembangan Kampung Durian masih dilakukan  oleh pemilik wisata  daerah ini saja yang mengelola objek wisatanya secara personal sehingga kedepan diharapkan adanya sinergi antara pemilik tempat wisata, pemerintah desa dan  kelompok masyarakat  mengenai strategi pengembangan kampung durian  juga terbukanya kesempatan bagi para investor untuk berinvestasi di kampung durian membuka penginapan, restoran, dan pusat oleh-oleh ditempat ini.

Penulis :

Dilla Cattleyana
Dosen Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Recommended For You

About the Author: Banyuwangi News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *