Optimalisasi Museum di Banyuwangi Berbasis B-Fest

BANYUWANGINEWS.ID – Banyuwangi adalah daerah yang memiliki potensi pariwisata dan budaya lokal yang kuat. Karakter dan ciri khas lokal masih melekat kuat di segala sendi kehidupan masyarakat Banyuwangi. Karakter dan ciri khas lokal yang selama ini melekat kuat di masyarakat itu diwadahi oleh Pemerintah Daerah dan ditampilkan di dalam event tahunan bernama Banyuwangi Festival (B-Fest).

Banyak kegiatan yang menampilkan keberagaman potensi seni dan budaya berdasarkan keberagaman adat dari masing – masing desa di Kabupaten Banyuwangi. Semakin meningkatnya jumlah kegiatan yang berkaitan dengan kesenian dalam event Banyuwangi Festival dari tahun ke tahun tentunya akan semakin banyak menghasilkan media seni dan budaya. Oleh karena itu perlu adanya sarana yang berfungsi untuk menyimpan dan melestarikan media seni dan budaya yang telah dihasilkan dalam kegiatan Banyuwangi Festival.

Banyuwangi saat ini tengah berkembang dengan cepat dan menjadi perhatian publik luas. Perubahan yang terjadi secara nyata dapat dilihat dari perubahan indikator fundamental ekonomi daerah, serta perbaikan indikator sosial masyarakat (tingkat kemiskinan). Banyuwangi saat ini pun telah meraih prestasi baik di level regional, nasional maupun internasional di berbagai tema, antara lain: pariwisata, inovasi kebijakan publik, anggaran maupun inovasi daerah. Pembangunan di Banyuwangi dilakukan secara paralel dan cepat di hampir seluruh lini sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi dan penguatan sumber daya manusia. Salah satu strategi pembangunan yang dilakukan terkait pengembangan branding destinasi wisata dilakukan dengan menyelenggarakan berbagai macam festival bertajuk “Banyuwangi festival” atau B-Fest. B-Fest pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012, dengan 12 even yang diadakan saat itu. Seiring dengan semakin dikenalnya B-Fest oleh publik serta animo yang positif dari masyarakat, even yang digelar oleh B-Fest pun semakin bertambah setiap tahunnya.

Kolaborasi dari setiap budaya yang begitu apik serta culture value yang begitu kental menjadikan B-Fest dengan mudah memikat hati para wisatawan yang berkunjung dan memperkuat branding destinasi wisata Banyuwangi. Hal ini disebabkan karena beberapa even B-Fest diselenggarakan di beberapa destinasi wisata baru yang belum dikenal masyarakat  luar sebelumnya. Even yang diselenggarakan pada B-Fest merupakan even based on local cultural heritage, dimana setiap daerah atau desa yang ada di Banyuwangi  harus berpartisipasi dalam B-Fest dengan mengedepankan budaya atau ciri khas dari masing- masing daerah. Keterlibatan semua daerah yang dalam rangkaian acara B-Fest tersebut bertujuan agar tidak terjadi gap antar daerah serta memberikan kesempatan kepada semua daerah untuk dapat mengenalkan potensi daerah yang diharapkan dapat memberikan commercial value kedepannya.

Banyuwangi Festival menjadi pintu untuk memperkenalkan Banyuwangi kepada publik luas, sekaligus sebagai sarana untuk membangun branding Banyuwangi yang lebih fresh dengan kekayaan dan keindahan seni budaya yang dimiliki. Dalam waktu yang sangat singkat, pembangunan pararel yang dilakukan bersamaan dengan Banyuwangi Festival mampu menjadi senjata ampuh untuk menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi wisata yang diperhitungkan, baik dalam level nasional maupun internasional, wisatawan sangat tertarik dengan kesenian dan juga kebudayaan yang ditampilkan di dalam event Banyuwangi Festival

Salah satu cara untuk menjaga keberlangsungan media seni dan budaya Banyuwangi adalah dengan menyediakan sarana seperti museum. Museum dapat menjadi sarana kebudayaan yang berfungsi sebagai pusat konservasi sekaligus informasi mengenai bentukbentuk hasil kebudayaan. Museum juga bersifat universal dan dapat diakses oleh berbagai kalangan ditinjau dari berbagai aspek baik usia, jenis kelamin, pekerjaan, status sosial, dan lain sebagainya. Adanya fasilitas museum dapat mempermudah dalam pengembangan suatu riset dan juga dapat bermanfaat dalam sistem pendidikan serta dapat menjadi sarana rekreasi.

Dalam mengoptimalkan objek wisata di Kabupaten Banyuwangi diperlukan adanya perencanaan dalam pengelolaannya. Mengapa perlunya perencanaan? Kita sadar bahwa suatu kegiatan yang dilakukan tanpa perencanaan besar kemungkinan sulit untuk mencapai tujuan secara optimal. Hal ini berkaitan karena tidak ada guide line apa yang akan dilakukan, berapa jumlahnya, bagaimana melakukannya, dan lain sebagainya. Keadaan ini akan menyebabkan proses pelaksanaan kegiatan tidak teratur, tidak efektif dan tidak efisien (inefficiency). Handoko (1995) mengemukakan dua alasan dasar perlunya perencanaan dilakukan. Pertama, berkaitan dengan “protective benefit” yang diperoleh dari pengurangan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pembuatan keputusan dengan adanya perencanaan.

Kedua, berkaitan dengan “positif benefit” yang diperoleh dalam bentuk peningkatan sukses pencapaian tujuan organisasi karena adanya perencanaan. Hal ini dipahami bahwa dengan adanya perencanaan, disamping persiapan input lebih baik, juga prosesnya juga baik, sehingga jelas lebih memungkinkan untuk menghasilkan output lebih baik pula. Perencanaan dapat didefinisikan sebagai proses menentukan tujuan untuk kinerja organisasi dimasa depan serta memutuskan tugas dan penggunaan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Penulis:
R. DRAVENDY MARTA ISHARDHI,SH,M.Hum

Dosen Fakultas Hukum
Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Recommended For You

About the Author: Banyuwangi News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *