Gus Shohib Minta Santri Meneladani Kesahajaan Mbah Maimoen

BANYUWANGINEWS.ID –  Dewan Pakar Dunia Santri Community, Shohibul Hujjah menyampaikan duka cita amat dalam atas wafatnya ulama besar Indonesia, KH Maimoen Zubair. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Jawa Tengah yang akrab disapa Mbah Maimoen itu wafat saat menjalankan ibadah haji di tanah suci Makkah.

“Beliau adalah satu-satunya ulama yang menjadi rujukan ulama di Indonesia, khususnya dalam bidang ilmu fiqih. Tentu sebagai santri kita harus bisa meneladani apa yang sudah menjadi uswatun hasanah beliau (Mbah Maimoen.red),” ungkap Gus Shohib.

Menurut kader muda NU yang aktif sebagai bendahara di LTNU PCNU Kota Pasuruan ini, Mbah Maimoen merupakan sosok ulama yang sangat moderat, dan dekat dengan siapa saja. Yakni, mulai dari santri, ulama, masyarakat hingga birokrat.

“Sosok beliau adalah seorang ulama yang bersahaja, santun, dan mudah bergaul dengan siapa saja. Bahkan, setiap nasehatnya selalu melekat pada diri santri maupun masyarakat. Selain itu, kesahajaan beliau dalam berdakwah juga patutlah kita contoh,” ujar Sekretaris Yayasan Raudhatul Mustariyah Kota Pasuruan tersebut.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Mbah Moen dikabarkan wafat di Rumah Sakit An Noor Saudi Arabia, Selasa, 6 Agustus 2019 pukul 04.17 waktu setempat. Ulama kelahiran 28 Oktober 1928 itu, wafat pada usia menjelang 91 tahun. Kabar meninggalnya Mbah Moen ini langsung ramai di media sosial. Bahkan, sempat menjadi trending topik di twitter. (DIK/ZEN)

Recommended For You

About the Author: Banyuwangi News ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *